Showing posts with label sepak bola nasional. Show all posts
Showing posts with label sepak bola nasional. Show all posts

Thursday, 3 November 2011

Arema Indonesia Ditahan Imbang Persija 2-2

Laga ujicoba antara Arema Indonesia menghadapi Persija Jakarta kubu Ferry Paulus, yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (3/11/2011), berakhir imbang dengan skor 2-2.

Dua gol Arema diciptakan oleh Beni Kristian dan Marcio Souza, masing-masing di menit ke 29 dan 72. Sementara gol Persija lahir dari kaki Pedro Javier di menit 18, dan Anggo Julian di menit 33.

Di bawah asuhan pelatih Joko Susilo, Arema Indonesia menurunkan skuatnya yang terdiri dari Juni Irawan, Eric Lee, Doni Soveri, Nurul, Dwi Firmansyah, Abel Clelo, Darsono, Catur, Dian, Beni, serta Varney.

Sementara itu komposisi pemain yang diturunkan Persija terdiri dari Galih, Precious, Fahreza Agamal, Amarzukih, Gamerondia, Gangga Mudana, Alan Martha, Robertino, Rudi Setiawan, Anggo Julian, dan Pedro Javier.

Seusai pertandingan, pelatih Joko Susilo mengatakan, dirinya belum resmi memilih pemain untuk masuk ke tim inti Arema. Namun dari ujicoba itu ia mengaku sudah melihat pemain seleksi yang mampu melakukan kerjasama tim dengan baik.

Kondisi itu, kata dia, akan mempermudah tim seleksi yang dikoordinatorinya untuk memilih pemain untuk masuk di tim inti. “Dalam ujicoba tadi, pressure Aremania mampu membentuk mental pemain. Terbukti baru 20 menit pertandingan berjalan sudah ada beberapa pemain yang jatuh mentalnya,” kata Joko.

Karena itu, kata dia, ke depan dalam ujicoba dan latihan, diharapkan Aremania bias datang untuk turut memberikan penilaian.

Sementara, Iwan Setiawan, Pelatih Persija, mengaku puas dengan penampilan timnya. Menurut Iwan, pemain yang diturunkannya dalam ujicoba itu sebagian besar adalah pemain muda yang diambil dari klub-klub di bawah Persija Jakarta, lantaran hampir 11 pemainn utamanya tidak turut serta karena bergabung dengan Timnas dan cedera.

Janji Viktor Igbonefo untuk Timnas Indonesia

Pemain naturalisasi Indonesia yang saat ini berkostum timnas, Viktor Igbonefo, berjanji tak akan mengecewakan pendukung Merah-Putih saat menghadapi Qatar di laga keempat Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia grup E yang berlangsung di Qatar, pada 11 November 2011.

“Saya siap. Saya tidak ingin mengecewakan pendukung timnas. Ini kesempatan bagi saya untuk menunjukkan penampilan terbaiknya,” kata Viktor.

Viktor mengatakan, timnas memiliki peluang untuk bisa lolos. “Saya berharap kami bisa dapat poin,” ucapnya.

Pemain asal Nigeria ini membela Persipura sejak 2004. Ia mempersembahkan tiga gelar juara bagi tim Papua itu di musim 2004/2005, 2008/2009, dan 2010/2011. Kini bersama dengan pemain naturalisasi lainnya, Greg Nwokolo, Viktor pindah ke Pelita Jaya Karawang.

sumber : TRIBUNNEWS.COM

Jelang Laga Perdana, RD Fokus Jaga Motivasi Pemain

Timnas U-23 Indonesia terus bersiap jelang laga perdana Grup A melawan Kamboja. Latihan Kamis siang (3/11/11) difokuskan ke organisasi permainan dan set piece bola mati.

Timnas Indonesia akan melakoni laga perdana Grup A dengan menghadapi Kamboja di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 7 November mendatang.

Dalam latihan yang dihelat di Lapangan C Senayan, hari ini, Kamis (3/11/2011) WIB, latihan difokuskan dalam pembenahan oeganisasi permainan dan set piece bola mati.

Latihan sendiri terbagi dalam tiga sesi. Di sesi pertama, Rahmad menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk melakukan pemanasan dengan cara berlari mengelilingi lapangan dan dilanjutkan dengan peregangan otot.

Di sesi kedua, Rahmad menginstruksikan pasukannya untuk melatih strategi bola mati, diantaranya latihan tendangan bebas dan tendangan pojok.

Di sesi terakhir, para punggawa Garuda Muda menggelar sesi latih tanding selama dua kali tujuh menit.

"Hari ini melakukan game dalam dua tim. Saya ingin melihat perkembangan dari para pemain," ujarnya.

"Tadi kita latihan tehnik, pengusaan bola, dan sedikit taktik, kita masih latihan ringan-ringan saja, karena juga ada pemain baru yang mau skuad timnas."

" Dalam tiga hari ke depan, saya akan fokus ke organisasi permainan dan set piece yang dalam latihan kemarin batal karena hujan."

"Sejauh ini belum ada kendala yang kami temui dalam persiapan ini. Ya, mudah-mudahan bisa menjaga motivasi bermain mereka."

"Kalau berlatih tanding antar pemain, saya sulit untuk menemukan titik lemah tim saya. Karena mereka cenderung bermain lebih tertutup seperti tadi. Padahal saya ingin mereka tampil lebih menyerang. Untuk itu kenapa saya meminta beruji coba dengan tim kuat lainnya agar bisa mengetahui kelemahan tim saya," tandasnya.

sumber : INILAH.COM

Wednesday, 2 November 2011

Kalah dari Qatar, Tim Merah Putih Ingin Balas Dendam

Kekalahan Indonesia dari Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu ternyata cukup membekas. Timnas Indonesia Pra Piala Dunia 2014 di bawah asuhan Wim Risjbergen pun mengaku ingin melakukan balas dendam.

Hal ini diungkapkan Wim usai memimpin latihan di Stadion Manahan, Kota Solo, Rabu (2/11) siang WIB. Wim mengungkapkan pihaknya ingin membalas kekalahan dari Qatar.

"Kami akan membalas kekalahan tim kami dari Qatar beberapa waktu lalu di Senayan," ungkap pelatih asal Belanda itu.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat bertandang di Qatar pada Jum'at (11/11) mendatang, Wim terus menginstruksikan kepada para pemainnya agar bermain lebih bagus lagi. Selain itu, sang arsitek juga menambahkan, latihan pada hari ini fokus pada peningkatan fisik para pemain.

"Libur kompetisi terlalu panjang, dan kompetisi yang sekarang juga belum bergulir, ini sangat disayangkan. Untuk latihan hari ini saya fokus pada peningkatan fisik pera pemain," tambah Wim.

Seperti diketahui, anak asuh Wim belum pernah sekali pun mendapatkan kemenangan dalam pertadingan kualifikasi Pra Piala Dunia 2014. Dari tiga kali bermain, Boaz Salossa dan kawan-kawan belum mengoleksi satu pun dan kini berada di dasar klasemen Grup E.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Irfan Bachdim Kecewa Kena Skorsing, Bilang Ada Miskomunikasi dengan Pelatih

Pemain Timnas U-23 Irfan Bachdim yang dijatuhi skorsing selama tiga bulan oleh Komite Disiplin PSSI, Rabu, mengajukan banding agar PSSI meninjau hukuman tersebut.

Dengan didampingi Kuasa Hukumnya, Togi Pangaribuan, Irfan datang ke sekretariat PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika tiba di tempat, Irfan enggan menjawab pertanyaan wartawan. Namun setelah selesai diterima Sekretaris EXCO Sarluhut Napitupulu, pemain Persema Malang itu pun berkomentar pendek.

"Saya kecewa dengan sanksi itu. Sekarang saya sedang fokus untuk menyelesaikan proses banding ini," ujarnya. Irfan juga menolak ketika ditanya tentang terjadinya miskomunikasi antara dirinya dengan pelatih kepala Timnas U-23, Rahmad Darmawan.

Kuasa Hukum Togi Pangaribuan juga enggan membeberkan lebih jauh mengenai isi memori banding yang diserahkannya ke PSSI. Ia hanya membenarkan bahwa banding tersebut hanya terkait dengan sanksi yang dijatuhkan Komdis akibat dinilai mangkir dari Pelatnas SEA Games.

"Kami belum bersedia membahas sanksi atau pengurangan sanksi. Kami hanya ingin mengikuti dulu proses yang berlaku di PSSI," ujarnya.

Komite Disiplin PSSI melalui wakil ketuanya Catur Agus Saptono pada pekan lalu menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama tiga bulan kepada Irfan Bachdim akibat tidak memenuhi pemanggilan Pelatnas pada 16 Oktober lalu.

Pelatih kepala Timnas, Rahmad Darmawan yang melakukan pemanggilan pemain U-23, termasuk kepada Irfan yang baru ikut memperkuat Timnas Senior Pra Piala Dunia saat melawan Qatar pada 11 Oktober lalu.

"Kami berharap para pemain U-23 yang berada di Timnas senior agar secepatnya kembali ke Pelatnas SEA Games," ujar Rahmad Darmawan ketika itu.

Namun setelah ditunggu-tunggu oleh Rahmad dalam beberapa tahap, Irfan tak muncul-muncul ke Pelatnas. Belakangan diperoleh kabar ada dua alasan yang dikemukakan Irfan, yakni sedang mengurusi istrinya yang tengah mengandung dan ia juga harus memenuhi kontraknya dengan salah satu produsen untuk pembuatan film iklan.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Jajal Gelora Bung Karno, Alfred Riedl Bilang 'Terima Kasih - Terima Kasih'

Direktur Teknik Timnas Laos, Alfred Riedl, memimpin anak asuhnya mencoba lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu petang. Ini jelang laga menghadapi Myanmar pada laga Grup B SEA Games XXVI pada Kamis (3/11).

Bersama 20 pemain Laos, Riedl tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB sore tadi. Namun, mereka harus menunggu timnas Filipina yang lebih dulu menjajal lapangan.

Mantan pelatih timnas Indonesia asal Austria itu belum bersedia diwawancarai para wartawan. Kecuali saat turun dari bus, ia sempat menyahut dengan ucapan:"Thank you...thank you...."

Pada laga pertama Grup B, Laos akan berhadapan dengan Myanmar pada pukul 19.00 WIB. Vietnam sebelumnya akan memulai kompetisi berhadapan dengan Filipina pada pukul 16.00 WIB.
Laos dan Filipina tergabung di Grup B yang juga diikuti Vietnam, Myanmar, Brunei dan Timor Leste.

Pelatih timnas Laos, Hans Peter Schaller, mengaku timnya akan berupaya mencapai prestasi lebih baik dibanding SEA Games 2009 saat mereka jadi tuan rumah. Laos, yang menundukkan Indonesia di babak penyisihan, saat itu berhasil masuk empat besar.

"Kami mempersiapkan tim sejak dua bulan. Kami sangat menunggu momen ini dan sudah tidak sabar menjalani laga di SEA Games," ujar Hans Peter.

sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Greg dan Igbonefo Absen di Latihan Timnas

Timnas senior Indonesia melakukan pemusatan latihan di Stadion Manahan, Solo. Latihan Rabu (2/11) atau hari kedua ini tidak diikuti dua pemain naturaliasasi, Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo.

Wim Rijsbergen, pelatih timnas senior Indonesia, menyebutkan keduanya absen karena sedang mengurus surat administrasi untuk persyaratan pendaftaran ke Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Kedua pemain sedang menyelesaikan administrasi agar bisa ikut dibawa ke Qatar pada 11 November mendatang.

"Kedua pemain itu memiliki kemampuan yang bagus. Setiap tampil membela klubnya, keduanya selalu bermain bagus dan rajin," katanya.

Greg dan Victor juga cepat beradaptasi dengan timnas sehingga mereka terlihat sudah padu dengan rekan setimnya. "Mereka sudah saling bertemu dan mengenal dalam kompetisi di negara ini," kata pelatih berdarah Belanda tersebut.

Wim: Fisik Pemain Timnas Belum Maksimal

Pelatih Timnas Senior Indonesia, Wim Rijsbergen, menilai kondisi pemainnya belum maksimal sehingga harus digenjot dengan latihan fisik.

"Kami sangat menyayangkan kompetisi Liga Indonesia belum berjalan. Karena, hal tersebut membuat kondisi fisik pemain menjadi tidak terlatih," kata Wim di Stadion Manahan, Solo, Rabu.

Dengan kondisi stamina pemain yang belum prima, maka pelatih mengenjot latihan fisik kepada para pemain. Firman Utina dan kawan-kawan juga diberikan latihan game dengan peragaan kerja sama permainan. "Belum berjalannya kompetisi membuat kondisi stamina pemain berbeda-beda," keluh Wim.

Kondisi fisik pemain timnas berbeda-beda karena ada klub yang sudah melakukan pemanasan seperti pertandingan pra musim. Oleh karena itu, pelatih menerapkan latihan sambil mengimbangi kondisi fisik pemain dengan porsi game.

Sementara calon lawan Indonesia, Qatar dan Iran, sudah menggulirkan kompetisi sehingga kondisi stamina pemain bisa stabil.

sumber :REPUBLIKA.CO.ID