Showing posts with label otomotif. Show all posts
Showing posts with label otomotif. Show all posts

Friday, 23 December 2011

Subtitusi Kampas Rem Supra X125 Buat Satria F 150, Gak Ada Bedanya!

Ternyata kampas rem belakang Supra X125 model cakram sama dengan punya Suzuki Satria F 150. Seperti pengalaman Rio Purnomo, warga Joglo, Jakarta Barat. Dia pasang punya Supra X125 di bebek Hyperunderbone itu.

Rio punya alasan kuat, ketika melacak komponen bebek Suzuki itu susah ditemui. Kebetulan ada bengkel yang menawari punya bebek Honda 125 cc. “Secara bentuk sama kok. Karena kepala babi atau atau kaliper bentuknya sama. Apalagi sama-sama satu piston dan satu merek,” jelas Hasan, mekanik Hasan Motor dari Jl. Kelapa Dua Raya No. 7, Jakarta Barat itu.

Selain bentuknya sama, material kampas rem belakang Satria dan Supra X125 sama kok. “Kualitasnya, bisa dicoba, sama-sama kuat,” jelas Hasan yang dulunya mekanik bengkel resmi Suzuki itu.

Tapi, walau bahan sama namun berbeda harga. Kalau punya Satria lebih mahal. Buat Satria Rp 60 ribu. Sedang punya Supra X125 hanya Rp 37 ribu. Bisa jadi lebih murah karena memang beda pabrikan.

Untuk pemasangan ulang, Hasan memberikan contoh di motor Fadil. Sebelum dibongkar, siapkan perkakas yang diperlukan. “Seperti kunci L 5, obeng min dan kunci ring 12,” ungkap Hasan yang spesialis Suzuki Satria F sejak dulu itu.

Pertama, lepaskan baut 12 pegangan knalpot pakai kunci ring. Lalu, buka baut L 5 pengancing kampas di kaliper. “Congkel kampas pakai obeng min agar mudah dilepas,” ucap mekanik yang suka balap ini.

Setelah itu, baru pasang yang baru deh. Jangan lupa pasang kembali baut-baut yang dilepas tadi yah.

sumber

Awas !!! Sekring Honda Vario, Posisinya di Depan Rawan Getar

Selain sekring Yamaha Nouvo-Z yang sering kendur akibat getaran, Honda Vario sama. Apalagi melihat posisi rumah sekring Vario yang berada di balik tebeng depan, jadi sangat mungkin tiba-tiba kendur.

“Kasusnya sih memang jarang terjadi. Tapi, dulu pernah memperbaiki sekring punya Vario yang hampir kendur dari rumahnya, terutama bagian penjepit kaki sekring (fitting). Nggak sampai mogok sih, tapi tetap waspada,” ujar Supriyono, mekanik Pandawa Motor.

Kata Supriyono, penyebab kendur mungkin karena rumah sering kena getaran itu. Apalagi rumah sekring yang terpasang dekat aki, posisinya ada di bagian depan. Tahu sendiri getarannya sangat kuat daripada di tengah,” ujar mekanik dari Jl. Bangka Raya, Pela Mampang, Jakarta Selatan itu.

Meski jarang terjadi, pria ramah itu ingin mengingatkan para pemilik Vario agar rajin memeriksa. Kecuali mau pakai sekring yang punya mobil.

Karena kakinya lebih tebal, sehingga lebih menancap kuat. Atau kalau perlu, ganti berikut rumah sekringnya. Pakai dari punya mobil. Seperti tips untuk Yamaha Nouvo-Z.

sumber

Saturday, 19 November 2011

Jangan Asal Ganti Leher Knalpot

Knalpot aftermarket diproduksi secara masal dan sesuai selera orang pada umumnya. Karena itu tak jarang model tersebut tidak sesuai keinginan salah satu konsumen hingga di modifikasi. Misalnya silencer kurang mendongkrak.

Karena kurang mendongkrak akhirnya leher knalpot diganti total. Setelah terpasang performa mesin justru turun dari sebelumnya. Drop jauh bahkan cenderung tidak bertenaga. Hal demikian karena ketika pembuatan leher pengganti tidak dipertimbangkan dimensinya.


Misalnya pembuatan leher tidak landai atau justru lekukan (sudut leher knalpot) terlalu curam. Ini menyebabkan back preasure berlebihan sehingga di putaran atas cenderung mengganggu performa mesin. Kuncinya memang dilekukan leher dan diameter pipa.


Artinya, sah saja mengganti leher knalpot supaya ujung silencer lebih mendongak mirip tipikal motor balap. Tapi ketentuan pembuatan leher juga wajib diperhatikan. Langkah paling mudah adalah mengikuti dimensi pipa sebelumnya. Leher knalpot dibuat dengan panjang, bentuk, dan diameter yang sama persis dengan knalpot aftermarket yang akan dipotong. Cuma dibagian belakang dibuat lebih ke atas untuk menghasilkan dimensi yang lebih ke atas.

Jika tidak ingin menggunakan dimensi knalpot aftermarket, minimal gunakan diameter pipa yang sama dengan diameter klep. Misalnya, Jupiter yang menganut klep buang 19 mm, jadi diameter minimal leher adalah 19 mm juga. Atau paling pas adalah di angka 22 mm. jika langkah mengetahui diameter klep buang agak susah cara lainnya adalah mengikuti bentuk porting. Gunakan angka lebih besar 1-2 mm.

Awas!!!! Karburator Jamuran

Awas !!! Ternyata tidak hanya kulit yang bisa jamuran tetapi karburator pun bisa jamuran. Hal ini telah terjadi pada karburator non orisinil yang pada bagian dalamnya terdapat bercak-bercak putih. Melihat hal ini kita tak boleh diam. Karburator mesti dibersihkan karena bila tidak takutnya bercak putih-putih yang menempel di karbu bisa membuat buntu lubang yang ada. Kinerja karbu dalam mensuplai bahan bakar dan udara akan terganggu.

Jamur bisa menutup lubang kecil-kecil dikarbu saat bensin mengenainya dan ikut luntur hingga terbawa bensin masuk ke dalam lubang-lubang kecil ini. Sedikit-sedikit bila dibiarkan akan menumpuk dan menutup lubang-lubang karbu hingga buntu.

Untuk itu dalam membeli karbu yang non orisinil alangkah baiknya bila dibuka lebih dahulu, pastikan tidak ada jamur atau kotoran. Bercak putih pada karburator terjadi karena pada paduan aluminiumnya ada terlalu banyak pemberian senyawa garam (natrium flourida dan atau fosfor chlorida) saat proses peleburannya. Karena terlalu banyak garam yang larut tidak sempurna, maka keluarlah bercak-bercak putih. Lebih parah bila flouridanya berlebih akan muncul bercak putih dan gelembung air (lembab). Intinya jangan asal beli karburator.

Cara membersihkan Jamur di Karburator :
Bersihkan dengan disemprot dulu pakai cairan pembersih seperti WD40. Setelah disemprot langsung bersihkan bercak putih-putih ini pakai kuas. Kalau masih tetap susah gunakan sikat kawat baja. Usahakan jamur sampai hilang. Untuk bagian lubang-lubang bisa disemburkan udara bertekanan. Tekanan udara ini diharapkan bisa mengusir jamur keluar dari lubang.

Thursday, 17 November 2011

5 Mobil Tercepat di Dunia

1. Bugatti Veryon
Mobil super ini diproduksi oleh Volkswagen Group dan Bugatti Automobiles SAS yang dianggap sebagai mobil yang paling tinggi akselerasi dan breaking-nya. Pertama kali diproduksi tahun 2005 dengan biaya 1,1 juta euro. Mesin W-16 memproduksi 987 tenaga kuda dan memungkinkan mencapai kecepatan 429 km/jam.


2. SSC Ultimate Aero

Mobil sport yang dibuat oleh Shelby Super Cars ini diproduksi dalam jumlah terbatas karena satu mobil saja harganya mencapai $620.000 atau sekitar 5,5 miliar. Kecepatan maksimum yang tercatat selama test drive adalah 413 km/jam.

3. Koenigsegg CCX
Mobil sport ini diproduksi oleh produsen mobil Swedia Koenigsegg. Kekuatan mesin 806 tenaga kuda dan kecepatan maksimumnya 400 km/jam.

4. Saleen S7 Twin-Turbo
Kerja sama produsen mobil Saleen, Hidden Creek Industries, Phil Frank Design dan Ray Mallock Ltd telah melahirkan sebuah mobil sport bernama S7 Twin-Turbo. S7 muncul dengan esin V8 yang memproduksi 750 tenaga kuda dan menghasilkan kecepatan maksimum hingga 402 km/jam.

5. McLaren F1
McLaren F1 adalah mobil balap jalanan tercepat yang diproduksi McLaren Automotive. Dulunya mobil ini merupakan mobil tercepat di dunia. Kecepatan maksimumnya mencapai 371 km/jam.

sumber : terselubung.blogspot.com

Tes Karbu Vakum Vs Konvensional Mana Yang Lebih Irit?

Beda sistem, selisih 6 Km
Tidak sedikit anggapan kalau karburator vakum tentu lebih boros bahan bakar ketimbang karbu tipe konvensional. Itu karena bukaan skep di sistem pengabut bahan bakar itu berdasar kinerja pengisapan mesin. Jadi, bukan karena tarikan tali gas yang mengangkat botol skep.

Demi menjawab itu maka dilakukan sebuah tes. Uji coba dilakukan di Yamaha Mio. Skubek ini, tak hanya disukai wanita. Tapi, para penyuka akselerasi juga. Selain itu, buat pilihan karburator pengganti juga lebih banyak pilihannya.


Standarnya, Mio mengadopsi karbu Keihin NCV24. Dari kode part, terpantau jelas kalau karbu ini memiliki venturi 24 mm. Pilihan komponen aftermarket yang punya diameter sama, setidaknya ada dua pilihan. Yaitu, Mikuni TM24 mm dan juga Keihin PE24 mm.

Biar lebih spesifik, MOTOR Plus mengambil Keihin PE24 sebagai bahan tes. Karena dilihat dari banyaknya tunner atau penyuka adu kebut yang lebih banyak aplikasi karbu ini. Soal harga PE juga lebih murah ketimbang Mikuni. PE, dijual sekitar Rp 600 ribuan.

Memakai Yamaha Mio milik Kaper lansiran 2008, pertama kali dilakukan tes memakai karburator standar. Wadah bahan bakar, tidak lagi mengandalkan tangki bawaan motor.

Gantinya, Pertamax Plus 100 ml yang diisikan ke tabung infus yang slangnya dihubungkan ke karburator. Tapi sebelumnya, bensin yang tersisa di karburator dibuang lebih dulu. Main-jet dan pilot-jet, tetap standar. Yaitu, 110/ 38.

Spuyer standar bawaan(kiri). Pasang Keihin PE gak perlu ubahan(kanan)
Setelah siap, motor diajak berjalan. Kecepatan lebih banyak konstan bermain di angka 40-50 km/jam sesuai kondisi lalu lintas yang ramai lancar. Ternyata dari 100 ml yang dipakai, Mio mampu menempuh jarak 4 km. Jika diambil perbandingan, pakai karbu standar maka satu liter Pertamax Plus mampu membuat Mio berlari hingga 40 km.

Kini, giliran karbu konvensional. Main-jet dan pilot-jet, sesuai kondisi jual karbu di pasaran. Yaitu, 115/ 38. Dengan metode dan perlakuan yang sama, Mio kembali diajak berkeliling. Ini sesuai setingan permintaan mesin juga.

Kecepatan pun, tidak berubah. Konstan di 40–50 km/jam. Tapi, ini kali skubek Yamaha itu tidak mampu berjalan seperti ketika aplikasi karbu standar. Jarak 3,4 km merupakan jarak terjauh yang bisa dicapai ketika aplikasi Keihin PE24.

Jika dihitung-hitung lagi, untuk satu liter Pertamax Plus hanya mampu membuat Mio berjalan hingga 34 km. Jelas sudah perbandingannya. Keduanya, memiliki selisih 6 km. Pakai karburator vakum, memang sedikit lebih irit ketimbang pakai karbu konvensional.

Tapi selama jajal, akselerasi yang diberikan karbu konvensional terasa lebih responsif ketimbang standar. Grip gas dibuka spontan, pacuan lansung berlari! Biar lebih mantap dan terukur, next kita lakukan adu power dong.

sumber : motorplus-online.com


KTM Freeride 350, Motocross Ringan Buat Petualang

Sesuai namanya, KTM Freeride 350 memang dirancang khusus untuk para petualang alam bebas yang menginginkan motor ringan, namun bertenaga. Dengan bobot 99,5 kilogram, tenaga mesinnya mencapai 25 Dk.

KTM menyematkan mesin 4-tak berpendingin air, silinder tunggal bervolume 350 cc. Mesin DOHC yang dikawinkan dengan transmisi 6-speed tipe claw shifted.



Freeride 350 juga ditunjang dengan berbagai fitur ‘anti banting’ khas motocross. Sebut saja aplikasi sasis tipe perimeter steel-aluminium composite frame yang diklaim lebih kokoh dan ringan dibanding motor sejenis.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1934 dan bermarkas di Mattighofen, Austria ini mengandalkan suspensi WP untuk menaklukkan berbagai medan khususnya yang ekstrim sekalipun.Penggunaan suspensi depan WP tipe 4357 MXMA, serta monoshock dari WP tipe 4618 PDS DCC juga membawa kenyamanan dan performa lebih. Sebab kemampuan travel suspensi depan mencapai 250 mm, dan 280 mm pada sok belakang.
Sistem pengereman Freeride 350 dilengkapi dengan formula disc brake di ban depan-belakang. Pelek Freeride 350 mengaplikasi kombinasi 18 inci di belakang) dan 21 inci di depan dari Giant. Pelek berbahan alumunium tersebut dipadukan dengan tromol berteknologi CNC.

Sementara bodinya, Freeride 350 terlihat persis dengan versi elektriknya, yakni KTM Freeride E. Hal ini terlihat dari bentuk bodi dan tangki 5,5 liternya yang pipih. Semakin identik, livery putih dengan sasis dan decal oranye khas KTM juga tersemat pada versi listrik ini.